"MASTATHO'TUM". Yaitu sebuah titik dimana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita. Bukan kita yang berhenti
Sunday, January 8, 2017
Thursday, December 29, 2016
PEMBUNUHAN SADIS dan KEJAM??? di Pulomas Utara Jakarta Timur
PEMBUNUHAN SADIS dan KEJAM
Mari semaksimal kita BANTU APARAT KEPOLISIAN untuk bisa Membongkar Motive dan Pelakunya.
(Minimal dengan berdo'a).
Amin.
TKP :
JL. Pulomas Utara no. 7A Rt. Kayuputih Pulogadung Jaktim.
Korban meninggal :
1. IR. DODI TRIONO. Jakarta, 17 Mei 1957. Islam, swasta, alamat Pulomas Residen Blok E No. 6 rt. 12/16 Kayuputih Pulogadung Jaktim.
2. DIONA ARIKA ANDRA PUTRI, Jakarta 26 Agustus 2000, Islam, pelajar, alamat SDA.
3. DIANITA GEMMA DZALFAYLA, jkt 31 Mei 2007. Islam, (anak ketiga korban)
4. AMEL, (teman anak korban)
5. YANTO, (sopir korban).
6. TASROK, 40 tahun. sopir Purbalingga 2 Januari 1979 Islam alamat Purbalingga.
Korban yg masih hidup :
1. EMI, sukabumi 7 maret 1975, alamat Kp. Cipongpok Rt. 010/004 Tegallega Lengkong. SUKABUMI.
2. ZANETTE KSLILA AZARIA, jkt 14 Mei 2003, islam, pelajar, alamat Sda korban.
3. SANTI, 22 tahun ALAMAT Sukabumi 4 April 1994 alamat Jl. Cikopong Lengkong sukabumi
( PEMBANTU )
4. FITRIANI, Kebumen 5 Januari 1993 alamat Desa Kemanggungan rt. 2 /2 Kec. Ngalian Kebumen.
5. WINDY, banjarnegara 23 tahun alamat dusun karang sari rt. 04/02 Pancarsn Banjarnegara.
SAKSI SAKSI :
1. EVAN SANDREGO PRATAMA PUTRA, alamat Pulomas barat 2 no. 57 rt.05/13 Kayuputih Pulogadung Jaktim.
2. SHEILA PUTRI, mahasiswi, Alamat Pulomas 6 B No. 1 Pulogadung Jaktim.
3. Kronologis :
Pada hari Selasa 27 Desember 2016 sekitar jam 09.25 wib saksi SHEILA PUTRI , datang ke Pospol Kayuputih melaporkan terjadi perampokan di tkp, Dan piket reskrim dan fungsi segera merapat ke lokasi dan selanjutnya semua korban dimasukkan dalam satu kamar mandi ukuran 1,5 m X 1,5 m dan posisi terkunci dari luar dan para korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen.
Setelah pintu kamar mandi dibuka ternyata 6 orang sdh kondisi meninggal dan 5 orang masih hidup dan rawat di rumah sakit.
TINDAKAN YG DILAKUKAN
1. Mendatangi dan olah TKP.
2. Periksa saksi2.
3. Kirim korban ke rumah sakit.
4. Buat LP dan Visum.
Mari semaksimal kita BANTU APARAT KEPOLISIAN untuk bisa Membongkar Motive dan Pelakunya.
(Minimal dengan berdo'a).
Amin.
TKP :
JL. Pulomas Utara no. 7A Rt. Kayuputih Pulogadung Jaktim.
Korban meninggal :
1. IR. DODI TRIONO. Jakarta, 17 Mei 1957. Islam, swasta, alamat Pulomas Residen Blok E No. 6 rt. 12/16 Kayuputih Pulogadung Jaktim.
2. DIONA ARIKA ANDRA PUTRI, Jakarta 26 Agustus 2000, Islam, pelajar, alamat SDA.
3. DIANITA GEMMA DZALFAYLA, jkt 31 Mei 2007. Islam, (anak ketiga korban)
4. AMEL, (teman anak korban)
5. YANTO, (sopir korban).
6. TASROK, 40 tahun. sopir Purbalingga 2 Januari 1979 Islam alamat Purbalingga.
Korban yg masih hidup :
1. EMI, sukabumi 7 maret 1975, alamat Kp. Cipongpok Rt. 010/004 Tegallega Lengkong. SUKABUMI.
2. ZANETTE KSLILA AZARIA, jkt 14 Mei 2003, islam, pelajar, alamat Sda korban.
3. SANTI, 22 tahun ALAMAT Sukabumi 4 April 1994 alamat Jl. Cikopong Lengkong sukabumi
( PEMBANTU )
4. FITRIANI, Kebumen 5 Januari 1993 alamat Desa Kemanggungan rt. 2 /2 Kec. Ngalian Kebumen.
5. WINDY, banjarnegara 23 tahun alamat dusun karang sari rt. 04/02 Pancarsn Banjarnegara.
SAKSI SAKSI :
1. EVAN SANDREGO PRATAMA PUTRA, alamat Pulomas barat 2 no. 57 rt.05/13 Kayuputih Pulogadung Jaktim.
2. SHEILA PUTRI, mahasiswi, Alamat Pulomas 6 B No. 1 Pulogadung Jaktim.
3. Kronologis :
Pada hari Selasa 27 Desember 2016 sekitar jam 09.25 wib saksi SHEILA PUTRI , datang ke Pospol Kayuputih melaporkan terjadi perampokan di tkp, Dan piket reskrim dan fungsi segera merapat ke lokasi dan selanjutnya semua korban dimasukkan dalam satu kamar mandi ukuran 1,5 m X 1,5 m dan posisi terkunci dari luar dan para korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen.
Setelah pintu kamar mandi dibuka ternyata 6 orang sdh kondisi meninggal dan 5 orang masih hidup dan rawat di rumah sakit.
TINDAKAN YG DILAKUKAN
1. Mendatangi dan olah TKP.
2. Periksa saksi2.
3. Kirim korban ke rumah sakit.
4. Buat LP dan Visum.
Monday, December 26, 2016
Monday, December 19, 2016
Time FOSSBI Kabupaten Musi Rawas Meraih Kemenangan Atas BCA Kids Palembang
Foto : Sekuad Time Fossbi Kabupaten Musi Rawas
Alhamdulillah selesai pertandingan kedua Musi rawas u. 12 Vs Bca Kids Palembang menang 2.0. Selesai pertandingan langsung Press Confrence... Belajar berani depan kamera, Pertandingan terakhir Vs Jambi sore ini... Semoga bisa meraih nilai sempurna... Dan lolos ke babak 8 Besar.
Foto : Press Confrence Seusai Pertandingan
#MusiRawasSempurna...
#JayalahSepakbola...
#JayalahSepakbola...
Sumber : Coach Ryan
Tuesday, December 13, 2016
Dua Bek Timnas Indonesia Diminati Madura United FC Salah Satunya Adalah Fachrudin
Kedatangan manajer Madura United FC Haruna Soemitro ke Manila, Filipina beberapa waktu lalu ternyata membawa sebuah misi.Ya, klub Indonesia Soccer Championsip itu dikabarkan terus melakukan pendekatan dengan para pemain tim nasional Indonesia yang sedang berlaga di Piala AFF 2016. Penampilan apik sejumlah punggawa Garuda tentu akan menjadi sorotan banyak klub, jelang musim Indonesia Super League 2017 bergulir.Dua bek timnas yaitu Abdul Rachman (Persiba Balikpapan) dan Fachrudin Wahyudi Ariyanto (Sriwijaya FC) dikabarkan santer masuk radar bidikan utama Madura United.Seperti diketahui, sebelum berlabuh ke Sriwijaya FC, Fachrudin pernah membela Persepam Madura United yang juga dimiliki oleh Achsanul Qosasi.Bahkan Haruna Soemitro juga terlihat saat timnas berlaga di Hanoi saat melawan tim tuan rumah Vietnam di babak semifinal Piala AFF. Peluang Madura United untuk menjadi juara ISC sendiri sudah tertutup setelah mereka dikalahkan Persela Lamongan. Laskar Sape Kerap pun saat ini mengincari posisi runner-up dengan satu laga tersisa melawan Bartio Putera.
Tuesday, November 29, 2016
POLSEK MUARA KELINGI BERHASIL UNGKAP KASUS PELAKU PENCURIAN MOBIL
Giat ungkap kss Lp /33.B/VI/2016/sek m kelingi tgl 30/6/16
Korban : Daryanto,38 tahun, islam, sopir ,alamat Tambak mulyo kel watas timur kec gading rejo pring sewu Lampung.
Tkp jl desa perkebunan clbb desa mekar sari muara kelingi
Kronologis singkat kejadian:
Korban sebagai sopir travel freeline biasa mangkal diwilkum sek lakitan ,korban mendapat telpon dari seseorang utk berangkat ke lampung dan dijemput di sp poton desa anyer muara lakitan ,setelah dijemput 4 orang naik kembl korban setelah ke4 org naik ,salah satu org tersebut bilang jemput temannya di desa mekar sari sp 6 muara kelingi ,belum sampai di ds dimaksud saat berada di jl desa perkebunan Clbb ds mekar sari ,salah satu penumpang tersebut bilang stop disini ,keempat penumpang turun ,korban turun jg saat itulah keempat pelaku menodongkan senpi dan sajam ke korban dan mengikatkan korban di batang karet,korban tanpa perlawanan dan salah satu pelaku mengambil dompet ,uang rp 90 rb dan hp nokia milik korban serta membawa pergi mbl korban minibus suzuki apv warna abu2 ,Nopol BE 2061 VC ,(stnk didlam dompet jg diambil plk)
Kronologis penangkapan:
Pada hari selasa 28/11/16 sekira pukul 17.00 wib. Unitres mendapat info ttg orang yg dicurigai sedang berada didesa lubuk tua kec m kelingi personil langsung melakukan tindakan dan mengamankan seorang laki2 berikut tas , pada saat penggedahan tas (berisi sajam pisau dan clurit) pelaku melakukan perlawanan dan akan melarikan diri petugas /unitres melakukan tindakan tembakan peringatan tiga kali namun pelaku masih berlari petugas melakukan tindakan berikutnya dan mengenai kaki pelaku sehingga pelaku dapat dilumpuhkan dan segera dibwk ke puskemas utk perawatan setelah selasai perawatan medis ,pelaku dintrogasi dengan data
sbb: mengaku bernama Widodo bin Rimin, umur 28 tahun. Pekerjaan Tunawisma, alamat banyulincir kab muba /terakhir tinggal di perkebunan sawit disekitar tran subur wilkum sek m lakitan
Pelaku juga telah mengakui perbuatan tindak pidana yang dilakukan diwilkum muba, Polsek Muara Lakitan curas motor,curat buah sawit di wilkum sek m lakitan dan melakukan pencurian dengan kekerasan pada hari kamis tanggal 30 juni 2016 di desa Mekar sari kec Muara kelingi kab Mura,Terhadap korban Daryanto bin priyono ,terhadap sopir travel dengan cara pelaku bersama 3 teman lainya .
Peran pelaku sebagai pembawa tas yg berisi senpi dan sajam dan ikut mengikat korban dibatang karet.
Pers langsung melakukan tindakan pengembangan ke plk lain inisial Al alamat di llg dan didapat info plk sekarang dirutan LLG sedang menjalani proses hukum lainnya (dalam waktu dekat akan bap dirutan)
Plk 3 an inisial I alamat bts ulu cecar, plk 4 an inisial A alamat lampung, (tahap penyelidikan)
Utk bb r 4 yg menjual plk berinisial Al dijual didaerah wilkum muratara seharga Rp 16 jt dibagi 4 masing2 pelaku dapat 4 jt .
Bb yg disita sekarang
Sajam pisau 2 buah,clurit 1,dompet dan ktp serta sim dan kartu travel milik korban an daryanto ,korban sdh dihubungi agar datang ke polsek utk proses sidik kss tersebut.
Korban : Daryanto,38 tahun, islam, sopir ,alamat Tambak mulyo kel watas timur kec gading rejo pring sewu Lampung.
Tkp jl desa perkebunan clbb desa mekar sari muara kelingi
Kronologis singkat kejadian:
Korban sebagai sopir travel freeline biasa mangkal diwilkum sek lakitan ,korban mendapat telpon dari seseorang utk berangkat ke lampung dan dijemput di sp poton desa anyer muara lakitan ,setelah dijemput 4 orang naik kembl korban setelah ke4 org naik ,salah satu org tersebut bilang jemput temannya di desa mekar sari sp 6 muara kelingi ,belum sampai di ds dimaksud saat berada di jl desa perkebunan Clbb ds mekar sari ,salah satu penumpang tersebut bilang stop disini ,keempat penumpang turun ,korban turun jg saat itulah keempat pelaku menodongkan senpi dan sajam ke korban dan mengikatkan korban di batang karet,korban tanpa perlawanan dan salah satu pelaku mengambil dompet ,uang rp 90 rb dan hp nokia milik korban serta membawa pergi mbl korban minibus suzuki apv warna abu2 ,Nopol BE 2061 VC ,(stnk didlam dompet jg diambil plk)
Kronologis penangkapan:
Pada hari selasa 28/11/16 sekira pukul 17.00 wib. Unitres mendapat info ttg orang yg dicurigai sedang berada didesa lubuk tua kec m kelingi personil langsung melakukan tindakan dan mengamankan seorang laki2 berikut tas , pada saat penggedahan tas (berisi sajam pisau dan clurit) pelaku melakukan perlawanan dan akan melarikan diri petugas /unitres melakukan tindakan tembakan peringatan tiga kali namun pelaku masih berlari petugas melakukan tindakan berikutnya dan mengenai kaki pelaku sehingga pelaku dapat dilumpuhkan dan segera dibwk ke puskemas utk perawatan setelah selasai perawatan medis ,pelaku dintrogasi dengan data
sbb: mengaku bernama Widodo bin Rimin, umur 28 tahun. Pekerjaan Tunawisma, alamat banyulincir kab muba /terakhir tinggal di perkebunan sawit disekitar tran subur wilkum sek m lakitan
Pelaku juga telah mengakui perbuatan tindak pidana yang dilakukan diwilkum muba, Polsek Muara Lakitan curas motor,curat buah sawit di wilkum sek m lakitan dan melakukan pencurian dengan kekerasan pada hari kamis tanggal 30 juni 2016 di desa Mekar sari kec Muara kelingi kab Mura,Terhadap korban Daryanto bin priyono ,terhadap sopir travel dengan cara pelaku bersama 3 teman lainya .
Peran pelaku sebagai pembawa tas yg berisi senpi dan sajam dan ikut mengikat korban dibatang karet.
Pers langsung melakukan tindakan pengembangan ke plk lain inisial Al alamat di llg dan didapat info plk sekarang dirutan LLG sedang menjalani proses hukum lainnya (dalam waktu dekat akan bap dirutan)
Plk 3 an inisial I alamat bts ulu cecar, plk 4 an inisial A alamat lampung, (tahap penyelidikan)
Utk bb r 4 yg menjual plk berinisial Al dijual didaerah wilkum muratara seharga Rp 16 jt dibagi 4 masing2 pelaku dapat 4 jt .
Bb yg disita sekarang
Sajam pisau 2 buah,clurit 1,dompet dan ktp serta sim dan kartu travel milik korban an daryanto ,korban sdh dihubungi agar datang ke polsek utk proses sidik kss tersebut.
Barang Bukti
Sumber : Facebook (Humas Polres Musi Rawas )
Friday, November 25, 2016
Timnas Indonesia ( Mental Juara Timnas Indonesia Sudah Muncul )
Selama beberapa tahun belakangan, Timnas Indonesia selalu dikritik terkait mentalitas. Tetapi, skuat Garuda di Piala AFF 2016 ini selalu mampu keluar dari tekanan. Inikah tanda mental juara sudah muncul?
Tentu kita masih ingat bagaimana mental para pemain Indonesia seringkali down usai tertinggal dari lawan. Tetapi, Alfred Riedl mampu menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, padahal lawan yang dihadapi negara-negara kuat Asia Tenggara.
Lihat saja pada pertandingan pertama Grup A kemarin melawan Thailand. Tertinggal dua gol, Timnas tetap bermain impresif dan sukses menyamakan kedudukan.
Meski akhirnya kalah 2-4, tapi biasanya Indonesia bakal semakin terpuruk dalam posisi tertinggal. Ini malah kebalikan, Indonesia tampil ngotot dan membuat Thailand kerepotan.
Kalau menengok beberapa tahun terakhir, Indonesia bukan tidak mungkin kalah 0-4 dari Thailand. Tetapi, sekarang mental baja diperlihatkan oleh pasukan Merah Putih.
Pada partai kedua, Indonesia mampu dua kali unggul dari Filipina. Kehilangan keunggulan 1-0 tak membuat penampilan Boaz Solossa cs jadi lembek.
Malah gol kedua berhasil tercipta, walau akhirnya dibuyarkan oleh tendangan bebas cantik Philipp Younghusband.
Di pertandingan penuh tekanan melawan Singapura kemarin, mentalitas Indonesia kembali diuji. Tertinggal oleh gol Khairul Amri di babak pertama, performa fantastis di perlihatkan Indonesia di paruh kedua.
Tekanan demi tekanan terus diberikan sampai akhirnya Andik Vermansyah menyamakan kedudukan di menit ke-62, dan sepakan keras Stefano Lilipaly lima menit jelang bubaran berbuah kemenangan dramatis.
Masalah mental yang selama ini menghantui Indonesia sedikit sudah terobati di tangan Riedl. Motivasi dan semangat terus terjaga walaupun dalam kondisi tertekan. Hal ini patut diapresiasi.
Tetapi, ujian belum selesai. Setelah ini mental skuat Garuda tidak boleh cepat puas jelang laga semifinal dan final mendatang. Tekanan pasti semakin berat dan ekspektasi publik semakin tinggi.
Tentu kita masih ingat bagaimana mental para pemain Indonesia seringkali down usai tertinggal dari lawan. Tetapi, Alfred Riedl mampu menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, padahal lawan yang dihadapi negara-negara kuat Asia Tenggara.
Lihat saja pada pertandingan pertama Grup A kemarin melawan Thailand. Tertinggal dua gol, Timnas tetap bermain impresif dan sukses menyamakan kedudukan.
Meski akhirnya kalah 2-4, tapi biasanya Indonesia bakal semakin terpuruk dalam posisi tertinggal. Ini malah kebalikan, Indonesia tampil ngotot dan membuat Thailand kerepotan.
Kalau menengok beberapa tahun terakhir, Indonesia bukan tidak mungkin kalah 0-4 dari Thailand. Tetapi, sekarang mental baja diperlihatkan oleh pasukan Merah Putih.
Pada partai kedua, Indonesia mampu dua kali unggul dari Filipina. Kehilangan keunggulan 1-0 tak membuat penampilan Boaz Solossa cs jadi lembek.
Malah gol kedua berhasil tercipta, walau akhirnya dibuyarkan oleh tendangan bebas cantik Philipp Younghusband.
Di pertandingan penuh tekanan melawan Singapura kemarin, mentalitas Indonesia kembali diuji. Tertinggal oleh gol Khairul Amri di babak pertama, performa fantastis di perlihatkan Indonesia di paruh kedua.
Tekanan demi tekanan terus diberikan sampai akhirnya Andik Vermansyah menyamakan kedudukan di menit ke-62, dan sepakan keras Stefano Lilipaly lima menit jelang bubaran berbuah kemenangan dramatis.
Masalah mental yang selama ini menghantui Indonesia sedikit sudah terobati di tangan Riedl. Motivasi dan semangat terus terjaga walaupun dalam kondisi tertekan. Hal ini patut diapresiasi.
Tetapi, ujian belum selesai. Setelah ini mental skuat Garuda tidak boleh cepat puas jelang laga semifinal dan final mendatang. Tekanan pasti semakin berat dan ekspektasi publik semakin tinggi.
Monday, November 21, 2016
ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR (STUDI KASUS DI SUB DAS MUSI HULU KABUPATEN MUSI RAWAS)
ANALISIS
DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR (STUDI KASUS
DI SUB DAS MUSI HULU KABUPATEN MUSI RAWAS)
Andi
Wahyudi1.
Gusta Gunawan2
dan Besperi3
1Program
Studi Teknik Sipil Universitas Musi Rawas
(Jl.
Pembangunan Komplek Perkantoran Pemda Musi Rawas, Lubuk Linggau)
Email1
:
Wahyudi.andi91@yahoo.com
23
ABSTRACT
The
changes in land used will affect the flood discharge in the
watershed. The purpose of this study was to determine the impact of
land used to changed on the flood discharge in the watershed upstream
sub - watershed Musi Musi Rawas. The data required in the form of
rainfall data. The land used data and topographic maps . Rainfall
data is used daily rainfall data recorded at stations Kungku SPAS .
Daily rainfall data was transformed to hourly rainfall intensity
‘Mononabe method’. Based on the results of research the land
cover changed the flood discharge by using a multiple linear
regression model with independent variable are coffee plantation land
cover, shrubs , garden mix , rice , smallholder plantations, large
estates and settlements. While, variable aren’t independent is
flooding that occurs because of changes in land cover. Based on the
results of data analysis performed on the sub-watershed upstream Spas
Kungku Musi Musi Rawas using SPSS it was seen that changes in land
cover greatly affects the return period flood discharge at a
particular time . The number peak discharge that occurs in the next 2
years = 12:23 m3/second 2 years , next 5 years = 16.63 m3/second ,
next 10 years = 20:56 m3/second, next 25 years = 26.89 m3/second ,
next 50 years = 32.75 m3/second and next 100 year = 39.75 m3/second.
KEYWORDS
: The land Use , Debit Flood , Rational Method.
1
Pendahuluan
Perubahan
iklim merupakan tantangan paling serius yang dihadapi dunia,
perubahan iklim semakin nyata terjadi dan mempengaruhi berbagai sisi
kehidupan, baik yang bersifat individual atau domestik maupun sampai
sektor pembangunan berskala global. Di sisi lain, semakin disadari
bahwa percepatan terjadinya perubahan iklim diawali oleh keputusan
dan perilaku manusia yang kemudian terakumulasi secara massif hingga
mengubah unsur-unsur cuaca, terutama suhu, sehingga menyebabkan
fenomena pemanasan global. (Pusat Riset Perubahan Iklim UI, 2012).
Dampak
dari pemanasan global salah satunya adalah curah hujan yang tinggi,
seperti yang terjadi di daerah catchments
area Sub DAS Musi
Hulu SPAS Kungku Kabupaten Musi Rawas. Akibat tingginya
intensitas curah hujan yang terjadi mengakibatkan banjir.
Perubahan
tutupan lahan dapat berdampak negatif bagi Kabupaten Musi Rawas
karena dengan adanya perubahan tersebut mengakibatkan berkurangnya
lahan resapan dan mengakibatkan limpasan menjadi besar. Secara
khusus, perubahan tata guna lahan berdampak kepada banjir dan
genangan yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu
seperti yang telah di teliti oleh (Suroso dan hery, 2001), pada
daerah kawasan DAS Banjaran yang meneliti tentang pengaruh perubahan
tata guna lahan terhadap debit banjir daerah aliran sungai banjaran
. Oleh karena itu, penelitian sejenis perlu dilakukan di kawasan Sub
DAS Musi Hulu SPAS Kungku Kabupaten Musi Rawas karena dampak
perubahan tata guna lahan telah mengakibatkan debit banjir, karena
karakteristik DAS ini berbeda dengan DAS yang lain.
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perubahan tata
guna lahan terhadap debit banjir pada daerah aliran sungai di sub
DAS Musi Hulu Kabupaten Musi Rawas.
2
Tinjaun Pustaka
2.1
Daerah Aliran Sungai
Daerah Aliran
Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang secara topografik
dibatasi oleh punggung-punggung gunung yang menampung dan menyimpan
air hujan untuk kemudian menyalurkannya ke laut melalui sungai
utama. (Asdak, 20050.
DAS
mempunyai bentuk yang bermacam-macam berdasarkan bentuk topografi
dan geologinya. Secara garis besar bentuk DAS dapat dikelompokkan
menjadi 3 bagian yaitu: Bentuk memanjang, bentuk melebar dan bentuk
kipas. Bila lebih detail pengelompokkannya maka bentuk DAS bisa saja
merupakan gabungan dari ketiga kelompok tersebut, misalnya bentuk
suatu DAS memanjang dan sekaligus juga melebar. Gambar 1 menunjukan
bentuk DAS tersebut.
- Bentuk melebar DAS b. Bentuk kipas DAS c. Bentuk memanjang DAS
(broad watershed)
(long watershed) (fan-shaped watershed)
Gambar
1. Bentuk sederhana DAS (Kinori dan Mevorach, 1984).
- Tata Guna Lahan
Tata
guna lahan dan pengembangan dapat dikatakan sebagai masalah utama
dalam pemenuhan infrastruktur. Dalam pemenuhan infrastruktur, selain
manajemen infrastruktur, manajemen mengenai tata guna lahan juga
harus diperhatikan. Dalam aspek lingkungan, lahan bukan saja
memberikan wadah fisik kedudukan sistem produksi, tetapi juga
memberi masukan dan menerima hasil serta memperbaiki kerusakan
sistem produksi.
Sehingga
setiap jenis penggunaan lahan dapat mencirikan kualitas penggunaan
lahannya, dan etika lahan memberi tanda-tanda kerusakan, jenis
penggunaan lainnya siap menggantikanya. Begitu juga sebaliknya,
apabila lahan memberikan manfaat sosial, maka sebaiknya
penggunaannya tetap dipertahankan (Nugroho & Dahuri, 2004).
2.3
Debit
Banjir Rencana
Metode
untuk mendapatkkan debit banjir rencana dapat menggunakan metode
berikut:
- Metode Rasional
Menurut
Wanielista (1990) metode Rasional adalah salah satu dari metode
tertua dan awalnya digunakan hanya untuk memperkirakan debit puncak
(peak
discharge).
Ide yang melatarbelakangi metode Rasional adalah jika curah hujan
dengan intensitas (I) terjadi secara terus menerus, maka laju
limpasan langsung akan bertambah sampai mencapai waktu konsentrasi
(Tc). Waktu konsentrasi (Tc) tercapai ketika seluruh bagian DAS
telah memberikan kontribusi aliran di outlet.
Laju
masukan pada sistem (IA) adalah hasil dari curah hujan dengan
intensitas (I) pada DAS dengan luas (A). Nilai perbandingan antara
laju masukan dengan laju debit puncak (Qp) yang terjadi pada saat
(Tc) dinyatakan sebagai run off coefficient (C) dengan (0 ≤ C ≤
1) (Chow,
1988).
Hal
di atas diekspresikan dalam formula Rasional sebagai berikut ini
(Chow, 1964)
:
Q
= 0,277 C I A ………………...….. .. (1)
Keterangan
:
Q
: debit puncak (m3/dtk)
C : koefisien run
off , tergantung pada
karakteristik DAS (tak berdimensi)
I : intensitas curah
hujan, untuk durasi hujan (D) sama dengan waktu konsentrasi (Tc)
(mm/jam)
A
: luas DAS (km2)
Konstanta
0,277 adalah faktor konversi debit puncak ke satuan (m3/dtk)
(Seyhan, 1990). Beberapa asumsi dasar untuk menggunakan formula
Rasional adalah sebagai berikut (Wanielista, 1990) :
- Curah hujan terjadi dengan intensitas yang tetap dalam satu jangka waktu tertentu, setidaknya sama dengan waktu konsentrasi.
- Limpasan langsung mencapai maksimum ketika durasi hujan dengan intensitas yang tetap, sama dengan waktu konsentrasi.
- Koefisien run off dianggap tetap selama durasi hujan.
- Luas DAS tidak berubah selama durasi hujan.
- Intensitas
hujan
Perhitungan
debit banjir dengan metode rasional memerlukan data intensitas curah
hujan. Intensitas curah hujan adalah ketinggian curah hujan yang
terjadi pada suatu kurun waktu di mana air tersebut terkonsentrasi.
Intensitas curah hujan dinotasikan dengan huruf I dengan satuan
mm/jam. (Loebis, 1992).
Durasi
adalah lamanya suatu kejadian hujan. Intensitas hujan yang tinggi
pada umumnya berlangsung dengan durasi pendek dan meliputi daerah
yang tidak sangat luas. Hujan yang meliputi daerah luas, jarang
sekali dengan intensitas tinggi, tetapi dapat berlangsung dengan
durasi cukup panjang.
Sri
Harto (1993) menyebutkan bahwa analisis IDF memerlukan analisis
frekuensi dengan menggunakan seri data yang diperoleh dari rekaman
data hujan. Jika tidak tersedia waktu untuk mengamati besarnya
intensitas hujan atau disebabkan oleh karena alatnya tidak ada,
dapat ditempuh cara-cara empiris dengan mempergunakan rumus-rumus
eksperimental seperti rumus Talbot, Mononobe, Sherman dan Ishigur.
Dalam penelitian ini intensitas hujan diturunkan dari data curah
hujan harian.
Menurut
Loebis (1992) intensitas hujan (mm/jam) dapat diturunkan dari data
curah hujan harian (mm) empirik menggunakan metode mononobe sebagai
berikut:
- …………………….…… (5)
- keterangan :
- I : intensitas curah hujan (mm/jam);
- t : lamanya curah hujan (jam);
- R24 : curah hujan maksimal dalam 24 jam (mm).
2.5 Koefisien
Limpasan (run
off coeffisient)
Dalam
penghitungan debit banjir menggunakan Metode Rasional diperlukan
data koefisien limpasan (run
off coeffisien).
Koefisien limpasan adalah rasio jumlah limpasan terhadap jumlah
curah hujan, dimana nilainya tergantung pada tekstur tanah,
kemiringan lahan, dan jenis penutupan lahan. Secara garis besar
harga koefisien run
off ditunjukan dalam
Tabel 1.
Tabel
1. Tabel
Harga Koefisien Run
off
Sumber
: Standar Perencanaan Irigasi KP 01,1986.
3.1
Analisis Frekuensi
Langkah-langkah
analisis frekuensi adalah sebagai berikut:
1). Menentukan hujan harian
maksimun rerata untuk tiap-tiap tahun data.
2). Menentukan parameter
statistik dari data yang telah diurutkan dari besar ke kecil, yaitu
: Mean, Standard
Deviation, Coeffisient of Variation, Coeffisient of Skewness,
Coeffisint of kurtosis.
3). Menentukan jenis distribusi
yang sesuai berdasarkan parameter statistik yang ada.
Sifat-sifat
khas dari setiap macam distribusi frekuensi (Jayadi, 2000) adalah
sebagai berikut:
a.
Distribusi Normal
Ciri
khas distribusi Normal adalah:
1).
Skewness (Cs) 0,00
2).
Kurtosis (Ck) = 3,00
3).
Prob X ≤ (
X – S ) = 15,87 %
4).
Prob X ≤ ⎯X
= 50,00 %
5).
Prob X ≤ (⎯X
+ S ) = 84,14 %
b.
Distribusi Log Normal
Sifat
statistik distribusi Log Normal adalah:
1). Cs
3
Cv
2). Cs
> 0
c.
Distribusi Gumbel
Ciri
khas statistik distribusi Gumbel adalah:
1). Cs
1,396
2). Ck
5,4002
d.
Distribusi Pearson III
Sifat
statistik distribusi ini adalah:
1). jika tidak menunjukkan
sifat-sifat seperti pada ketiga distribusi di atas
2). garis teoritik
probabilitasnya berupa garis lengkung
3). Melakukan pengujian dengan
Chi-Kuadrat dan Smirnov Kolmogorov untuk mengetahui apakah jenis
distribusi yang dipilih sudah tepat.
a). Uji Smirnov Kolmogorov
Pengujian dilakukan dengan mencari nilai selisih probabilitas tiap
variat Xi menurut
distribusi empiris dan teoritik, yaitu disimbolkan dengan Δ.
Harga Δi
maksimum harus lebih kecil dari Δ
kritik.
b)
Uji Chi Kuadrat
Pada
dasarnya uji ini merupakan pengecekan terhadap penyimpangan rerata
data yang dianalisis berdasarkan distribusi terpilih.
Penyimpangan
tersebut diukur dari perbedaan antara nilai probabilitas setiap
variat X menurut hitungan distribusi frekuensi teoritik dan menurut
hitungan dengan pendekatan empiris. Rumus yang digunakan adalah
(Suroso dan Hery Awan Susanto, 2001).
I......................................
(2)
dengan:
χ2 =
harga Chi-kuadrat
Ef =
frekuensi yang diharapkan untuk kelas i
Of
= frekuensi
terbaca pada kelas i
K
= banyaknya kelas
Harga
χ2
harus lebih kecil
dari harga χ2
kritik untuk derajat
nyata (α)
dan derajat kebebasan (DK)
tertentu. Umumnya digunakan derajat nyata 5% dan untuk distribusi
Chi-Kuadrat, nilai DK
dapat dipakai rumus
berikut: (Suroso dan Hery Awan Susanto, 2001) :
……………………………
(3)
dengan:
DK = derajat kebebasan (number
of degree of freedom)
K = banyaknya kelas (grup)
P = banyaknya keterikatan
(constrain)
atau sama dengan banyaknya parameter distribusi
4) Berdasarkan jenis distribusi
terpilih dihitung besaran hujan rancangan untuk kala ulang tertentu.
Secara umum, persamaan garis teoritik probabilitas untuk analisis
frekuensi dapat dinyatakan dengan rumus sederhana sebagai berikut
(Haan, 1979):
………………………
(4)
dengan:
XT = hujan rancangan dengan
kala ulang T tahun, dengan T adalah 1, 2, 3, 4, dan 5 tahun.
⎯X
= besaran rata-rata
S
= simpangan baku
= faktor
frekuensi untuk kala ulang T
tahun
Studi
ini memakai data curah hujan harian di stasiun selama 5 tahun
terakhir (2008 - 2012) yang diperoleh dari Balai Pengelolaan Daerah
Aliran Sungai Musi, BPDAS Palembang.
4
Hasil dan Pembahasan
- Perhitungan Waktu Konsentrasi (Tc)
Berdasarkan
peta topografi Sub DAS Musi Hulu Kabupaten Musi Rawas dapat
diketahui data geometri sungai kungku adalah sebagai berikut:
- Luas Sungai Kungku (A) = 48.50 km2
- Kemiringan sungai (S) = 400 m/m
- Panjang sungai (L) = 21 km2
Waktu
konsentrasi (Tc)
dapat dihitung berdasarkan persamaan Kirpich (Susanto dan Suroso,
2006) sebagai berikut.
0,77
* S 0,385
Dengan,
Tc : waktu kosentrasi (jam)
L
: panjang sungai (km)
S
: landai sungai (m/m)
Sehingga
= 4.60 jam
Jadi
dari hasil perhitungan bahwa waktu konsentrasi yang terjadi pada Sub
DAS MUSI HULU SPAS Kungku adalah 4.60 jam.
- Tata Guna Lahan Pada Sub DAS Kungku
Tata Guna
Lahan Pada Sub DAS Kungku di Klasifikasikan menjadi 8 (delapan)
kelas yaitu: kebun kopi, semak bulukar, kebun campuran, sawah,
perkebunan besar, perkebunan rakyat dan pemukiman ( sesuai data yang
tersedia dari kantor BPDAS Musi Provinsi Sumatra Selatan).
Penggunaan lahan secara rinci dapat di lihat pada Tabel 2 di bawah
ini.
Tabel
2. Luas tata guna lahan per tahun
Sumber : Hasil
Perhitungan, 2012
Dari
Tabel 2 terlihat bahwa tata guna lahan yang mengalami perubahan yang
cukup berarti adalah perkebunan besar, perkebunan rakyat dan
pemukiman sedangkan yang mengalami perubahan yang menurun adalah
semak belukar dan penggunan lahan yang dulunya ada menjadi tidak ada
adalah kebun kopi, kebun campuran dan sawah. Perubahan ini terjadi
karena masyarakat di sekitar Sub DAS Musi Hulu tidak menggunakan
lahan untuk di gunakan sebagai kebun kopi, kebun campuran dan sawah
tetapi di gunakan sebagai perkebunan rakyat dan perkebunan besar.
Trend perubahan tata guna lahan didekati mengikuti trend linier
sperti terlihat pada Gambar 2 dan 3.
Gambar 2. Trend
Linier Perubahan Kebun Kopi,
Semak
Belukar
dan Kebun Campuran
Gambar
3. Trend
Linier Perubahan Sawah,
Perkebunan
Besar, Perkebunan Rakyat
dan Pemukiman
- Analisis Curah Hujan
Hujan harian
maksimum rerata didekati dengan dengan menggunakan data curah hujan
yang ada di stasiun SPAS Kungku yang ada di sub DAS Musi Kabupaten
Musi Rawas. Dengan anggapan bahwa curah hujan di stasiun SPAS Kungku
dapat mewakili curah hujan di wilayah DAS Musi. Hujan rancangan
dengan berbagai kala ulang ditetapkan dengan analisis frekuensi
curah hujan maksimum untuk mengetahui jenis distribusi yang dapat
mewakili persebaran dari data hujan harian maksimum.
Pada
penelitian ini uji statistik dilakukan dengan menggunakan metode Chi
Square dan Smirnov Kolmogrov. Analis frekuensi yang dilakukan
terhadap data hujan rerata harian maksimum yang itu dengan hasil
perhitungan sendiri, diperoleh distribusi yang paling cocok mewakili
persebaranya adalah Log
Perason III. Hal
yang ditunjukan dengan nilai X2(=0.5)
≤
X2kritik
(=4.878) dan Δmaks
(=0.17) ≤
Δkritik (=0.36).
Kemudian dilakukan analisis hujan rancangan yang hasilnya yang
terlihat dalam Tabel 3 dibawah ini.
Tabel 3. Hujan
rancangan berbagai periode ulang
|
No
|
Kala
Ulang (tahun)
|
Hujan
Rancangan (mm)
|
|
1
|
2
|
12.23
|
|
2
|
5
|
16.63
|
|
3
|
10
|
20.56
|
|
4
|
25
|
26.89
|
|
5
|
50
|
32.75
|
|
6
|
100
|
39.75
|
Untuk
mencari intensitas hujan dalam periode 1 jam dari data curah hujan
harian dipakai rumus mononabe. Hasil analisis berupa intensitas
hujan dengan durasi dan periode ulang tertentu dihubungkan kedalam
sebuah kurva Intensity
Duration Frequency (IDF)
tampak pada Gambar 9.
Gambar
9. Kurva
Intensitas Hujan
Dari
kurva IDF terlihat bahwa intensitas hujan yang tinggi berlangsung
dengan durasi yang pendek. Interpretasi kurva IDF diperlukan untuk
menentukan debit banjir rencana mempergunakan metode rasional.
- Analisis Debit Banjir
Dalam
penghitungan debit banjir menggunakan metode rasional diperlukan
data koefisien limpasan (runoff
coeffisien). Dalam
penelitian ini data koefisien limpasan didapat dari perhitungan
sendiri seperti terlihat pada Tabel 4. Dengan menggunakan metode
rasional didapatkan debit banjir seperti pada Tabel 5.
Tabel
4. Koefisien Limpasan Sub DAS Musi Hulu SPAS Kungku
|
No
|
Tahun
|
C
|
|
11
|
2008
|
0.514
|
|
2
|
2009
|
0.549
|
|
3
|
2010
|
0.547
|
|
4
|
2011
|
0.635
|
|
5
|
2012
|
0.624
|
Sumber
: Hasil Perhitungan, 2012
Tabel
5. Debit Banjir di outlet Sub DAS Musi
Sumber
: Hasil Perhitungan, 2012
4.5
Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir
Dari analisis
multiple regression,
didapat hubungan
antara perubahan tata guna lahan dengan debit banjir, mengikuti
persamaan :
Y
= a1 .
x1
+ a2 .
x2 +
a3 .
x3 +
a4 .
x4+
a5 .
x5+
a6 .
x6+
a7 .
x7
…………...………………..…. (6)
Dimana
:
Y
= debit banjir (m3/det)
X1
= Luas Kopi (Ha)
X2
= Luas Semak Belukar (Ha)
X3
= Luas Kebun Campuran (Ha)
X4
= Luas Sawah (Ha)
X5
= Luas Perkebunan Besar (Ha)
X6
= Luas Perkebunan Rakyat (Ha)
X7
= Luas Permukiman (Ha)
Tabel 6. Debit
banjir dan perubahan tata guna lahan
Berdasarkan
hasil program SPSS yaitu analisis data yang dilakukan pada DAS sub
DAS Musi Hulu Spas Kungku dengan menggunakan program SPSS maka
terlihat bahwa perubahan tutupan lahan sangat mempengaruhi debit
banjir pada periode ulang kala tertentu. Jumlah debit puncak yang
terjadi pada kala ulang 2 tahun adalah = 12.23 m3/detik,
5 tahun = 16.63 m3/detik,
10 tahun = 20.56 m3/detik,
25 tahun = 26.89 m3/detik,
50 tahun = 32.75 m3/detik
dan pada 100 tahun = 39.75 m3/detik.
5
Kesimpulan dan Saran
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian tentang perubahan tutupan lahan terhadap debit
banjir menggunakan model regresi linier berganda dengan variable
bebasnya adalah tutupan lahan kebun kopi, semak belukar, kebun
campuran, sawah, perkebunan rakyat, perkebunan besar dan pemukiman.
Sedangkan variable tidak bebasnya adalah debit banjir yang terjadi
akibat perubahan tutupan lahan. Berdasarkan hasil analisis data yang
dilakukan pada Sub DAS Musi Hulu Spas Kungku Kabupaten Musi Rawas
dengan menggunakan program SPSS maka terlihat bahwa perubahan
tutupan lahan sangat mempengaruhi debit banjir pada periode ulang
kala tertentu. Jumlah debit puncak yang terjadi pada kala ulang 2
tahun = 12.23 m3/detik,
5 tahun = 16.63 m3/detik,
10 tahun = 20.56 m3/detik,
25 tahun = 26.89 m3/detik,
50 tahun = 32.75 m3/detik
dan pada 100 tahun = 39.75 m3/detik.
5.2 Saran
Berdasarkan
hasil pengolahan data dengan SPSS maka masih terlihat ada beberapa
variable yang memiliki nilai korelasi kurang dari 0,8 sehingga
disarankan untuk penelitian selanjutnya dilakukan kajian yang lebih
mendalam tentang dampak perubahan tutupan lahan dengan time series
data hujan yang lebih panjang.
6
Daftar Pustaka
- DRPM UI. Ltd All Rights Reserved. 2012. Pusat Riset Perubahan Iklim (RCCC-UI). Jakarta.
http://pusatriset.ui.ac.id/pusatriset/?page_id=70,pusat
(diakses 29 Juli 2013).
- Suroso dan Hery, A.S (2001).”Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Daerah Aliran Sungai Banjaran”, Jurnal Ilmiah Unsoed, Purwokerto.
- Asdak, C (1995). “Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai”. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
- Azmeri., dan Busri, H, 2010. Analisis Pengaruh Lahan Terhadap Kelestarian Air DAS Kreung Meureude, staf pengajar pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unsiyah, Banda Aceh.
- BPDAS Musi, 2008. Monitoring dan Evaluasi Tata Air DAS Musi di Provinsi Sumatera Selatan, BPDAS Musi, Dirjen RLPS Kehutanan, Palembang.
- BPDAS Musi, 2011. Petunjuk teknis Monev Tata Air DAS Musi, BPDAS Musi, Dirjen RLPS Kehutanan, Palembang.
- Roestam, S dan Robert, J.K . 2010. Tata Ruang Air. Yogyakarta : Andi.
- Simamora, P., 2008. Analisis Curah Hujan Untuk Pendugaan Debit Puncak Dengan Metode Rasional Pada DAS Bedagai. Skripsi. Fakultas Pertanian Unsu. Medan.
- Triana, vivi, 2008. Pemanasan Global, staf pengajar PSIKM Fakultas Unand, Padang.
- Untari, A., 2009. Studi Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit di DAS Citepus Kota Bandung. Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Teknik dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung. Bandung.
- Wendika, D dan Soeryamassaeka, B, dkk. Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Besarnya Debit (Q) Pada Suatu Kawasan. Jurnal Teknik Sipil, Untan, Pontianak.
Subscribe to:
Posts (Atom)

